Cermin dan Teman

Sering aku tertawa sendiri ketika berdiri di depan cermin! Tahu ga kenapa? haha.. jawab sendiri lah. Tapi, tak jarang juga aku mentertawai orang yang bercermin ke kaca mobilku di sela-sela kemacetan (sempet-sempetnya nyebrang sambil bercermin). Tapi, yang paling ngeselin tuh ketika aku mendapati spion motorku di parkiran yang sudah terkilir oleh orang yang numpang bercermin tanpa permisi.

Ngomong-ngomong soal cermin, aku jadi teringat sama kata-kata Rumi:

Seorang teman itu seharusnya seperti cermin, yang memantulkan sisi baik dan buruk kita dari depan dengan jujur. Bukan seperti sisir, yang mengelus dari depan, lalu membuka menyingkap dari belakang.

Yang dikatakan Rumi itu memang ada benarnya. Namun, apakah sebuah cermin itu selamanya jujur? I dont think so!
Baca lebih lanjut

Iklan