Cermin dan Teman


Sering aku tertawa sendiri ketika berdiri di depan cermin! Tahu ga kenapa? haha.. jawab sendiri lah. Tapi, tak jarang juga aku mentertawai orang yang bercermin ke kaca mobilku di sela-sela kemacetan (sempet-sempetnya nyebrang sambil bercermin). Tapi, yang paling ngeselin tuh ketika aku mendapati spion motorku di parkiran yang sudah terkilir oleh orang yang numpang bercermin tanpa permisi.

Ngomong-ngomong soal cermin, aku jadi teringat sama kata-kata Rumi:

Seorang teman itu seharusnya seperti cermin, yang memantulkan sisi baik dan buruk kita dari depan dengan jujur. Bukan seperti sisir, yang mengelus dari depan, lalu membuka menyingkap dari belakang.

Yang dikatakan Rumi itu memang ada benarnya. Namun, apakah sebuah cermin itu selamanya jujur? I dont think so!

Tak selamanya cermin itu datar, ada yang cekung dan ada juga yang cembung. Fungsi dari keduanya adalah mengecilkan dan membesarkan bayangan.

Seperti halnya cermin, teman kita pun tidak semuanya datar. Ada juga yang cekung dan yang cembung.

Tapi itu lah cermin (baca: teman), semuanya akan berfungsi dengan baik jika dipakai sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya. Bukan dalam arti memanfaatkan teman, tapi bagaimana pun orangnya, teman kita tuh pasti ada sisi baik dan buruknya. Semuanya tergantung kita menyikapinya.Salah jika melihat yang buruknya saja, begitu pun sama halnya salah jika melihat yang baiknya saja!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s