Women, Shopping, and Stress


Dagang!! kata inilah yang terlintas dalam otakku saat pertama kali mataku melihat cahaya pagi itu. Uang kuliah yang belum dibayar adalah salah satu faktornya. Cek kanan, cek kiri, barang yang tersedia ternyata cuma sedikit. Tak peduli, pikirku! Biar dagang cuma sedikit, tapi ada andalan tambahan: nagih hutang, yay! Barang pun dikemas dan “blug…” masuk bagasi.

Baru saja mau nyalain mesin, tiba-tiba dari arah pintu

Ayah: bawa main tuh adikmu! biar gak stress liburan di rumah mulu

Adik: main kemana?

Ayah: kemana sajalah,

Adik: minta duit atuh, da gak punya duit!

Ayah: minta sama Si Aa saja!

Aku: Huh???!! (pungak-pinguk) ya, sudah tapi mainnya setelah dagang aja, ya?

Adik: Ya!

Meluncur!! Udara Bandung tak seperti biasanya. Panas. Sial! AC-ku rusak. Entah apanya? gak ngerti masalah mekanisme kendaraan. Macet lagi. Fiuhh!!

Singkatnya, sampailah saya pada tujuan. Dalam waktu kira-kira satu jam, barang daganganku berhasil dikonversi menjadi 3jt rupiah. Sayang, mau nagih hutang ga jadi. Mbak Ana, karyawan sebuah toko, yang memegang bon-per-bon-an sakit dan tidak bisa kerja. Alhasil, bon hutang tidak bisa cair!

Waktunya ngajak adik main. Langkah kaki kami mengayun menyusuri pusat pertokoan. Dan, “Bang!!!” adikku masuk ke sebuah butik. Wah, siap-siap deh. Adikku mulai keluar-masuk fitting room.

Oh, ayah… ternyata begini cara adikku menghilangkan stress? dalam posisi ini siapa sekarang yang stress? (merogoh kocek)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s